Don't Miss

Pengagum Ketiadaan

Lentera yang padam

Dari jiwa-jiwa yang hilang

Ketika agama hanya menjadi sandangan

Peringatan hanya menjadi guyonan

 

Terbuai oleh timangan si jagad

Saat jiwa yang diperbudak nafsu

Ketika peringatan datang

Ia acuh membuang wajah

 

Tak pedulli seruan Sang Kuasa

Berjalan lagak ditanah pinjaman

Saat seluruh jiwa pengagum kefanaan

Tidak akan dapat menebus setapak tanah

 

Duhai jiwa yang congkak..

Sudah seberapa jauh engkau mengejar

Ketiadaan yang dianggap ada

Membodohi diri meredupkan cahaya hakiki

 

Tak takutkah akan balasan Sang Maha Kuat

Saat api terus berkobar

Membakar habis seluruh organ

Adakah langkah ingin pulang?

 

Kembalilah.. Bertekuk lutut melemahkan jiwa

Menyadari diri hanyalah seorang hamba

Saat pusara yang kan disinggahi

Menjadi jawaban atas tapakan kaki saat ini

 

Waktu tak akan memberi isyarat ketika berhenti

Jagad tidak memberi pertanda kan dimusnahkan

Malaikat tak bersapa ketika bertugas

Mengakhiri hidup seorang hamba

 

Saat semua kan kembali

Kefanaan yang dikejar tidak akan menghampiri

Meski hanya membantu meringankan sepercik api

Ucapan “Rabbi.. Astaghfiruka Wa Atubu ilaik” tidak lagi berfungsi

 

Karya: Bella Safira

Siswa MAN 2 Model Medan Kelas12 Ilmu Agama 2

Diterbitkan di sumut.kemenag.go.id pada Selasa, 5 September 2017

MAN-2-Model-Medan-Bella-Safira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top