Don't Miss

Mengenang Bencana di Museum Tsunami Aceh

Oleh: Asmaul Husna

789-museum-tsunami-di-acehJika berkunjung ke Banda Aceh, pastikan menyempatkan diri ke museum satu ini. Dirancang khusus sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami dari Samudera Hindia 2004 lalu, museum ini juga menjadi pusat pendidikan dan perlindungan darurat, misalnya terjadi tsunami lagi. Selain itu, Museum Tsunami Aceh didedikasikan untuk korban dengan pencantuman nama di dinding salah satu ruang di dalam museum.

Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS dengan perancang seorang M. Ridwan Kamil. Dosen ITB yang memenangkan perlombaan desain dan mendapatkan hadiah Rp100 juta, atau saat ini lebih akrab dikenal sebagai Walikota Bandung, Kang Emil. Dibutuhkan dana Rp140 miliar untuk pembangunan museum yang memiliki truktur empat lantai mirip dengan rumah panggung tradisional Aceh seluas 2.500 meter persegi. Museum ini memiliki dinding lengkung yang ditutupi relief geometris. Jika dilihat dari atas. bangunan ini membentuk gelombangan laut, tapi jika dilihat dari samping bawah, akan seperti kapal.

Museum ini menggambarkan suasana saat terjadinya tsunami. Pengunjung seakan diajak merasakan suasana terjadinya bencana dengan keberadaan lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang dihiasi gambar orang-orang menari saman. Setelah itu, pengunjung akan memasuki  “ruang penentuan nasib” berbentuk cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dipuncaknya. Lalu menuju Jembatan Harapan atau Hope Bridge. Melalui jembatan ini, pengunjung dapat melihat 52 bendera negara di dunia.

Pengunjung pun dapat melihat pemutaran film tsunami selama 15 menit. Keluar dari tempat tadi, pengunjung akan melihat miniatur-miniatur tentang tsunami seperti orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri dari gelombang laut yang siap menerjang mereka. Di lantai tiga, terdapat bermacam-macam sarana pengetahuan gempa dan tsunami berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di akhir kunjungan, pengunjung bisa menikmati beberapa kue kering khas Aceh di ruang souvenir, kaos dan souvenir khas Aceh lainnya. Turun ke bawah, pengunjung bisa berisirahat di pinggir kolam Jembatan Harapan sambil melihat ikan hias.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top