Don't Miss

Kurangi Resiko Sakit Jiwa dengan Cerdas Kelola Keuangan

Oleh: Malinda Sari Sembiring

Sakit jiwa tak hanya diakibatkan oleh depresi akibat berbagai himpitan kehidupan atau kelainan bawaan. Kesulitan mengelola keuagan pun bisa jadi pertanda bahwa dalam diri seseorang terdapat masalah. Jika masalah itu berlarut dan urung diatasi, selanjutnya dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah-masalah kejiwaaan.

Banyak klien dari para konsultan keuangan bukan mereka dengan kesulitan keuangan. Pendapatan klien ini umumnya cukup besar, namun cara mengelola yang sembrono tak jarang membuat mereka malah tak mampu memenuhi banyak kebutuhan hingga jarang pula yang sempat menabung atau berinvestasi.

Pengetahuan yang didapat dari konsultan keuangan pun tak langsung dapat mengubah seseorang dalam hal mengelola keuangannnya karena dorongan yang begitu besar dalam membelanjakan pendapatan untuk sesuatu yang diinginkan, bukan dibutuhkan.

Pada akhirnya, persoalan keuangan umumnya timbul dari perilaku buruk dengan membelanjakan uang pada hal-hal yang diinginkan tanpa mempedulikan apakah barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan. Padahal, ketimpangan antara pendapatan dengan pengeluaran dapat membuat seseorang mengalami stres.

Menurut Psychosomatic Clinic Omni Hospital, Andri, seperti ditulis oleh Windarto yang dilansir dari Investor Magazine, menyatakan mereka yang mengalami gangguan jiwa ditandai dengan perilaku, perasaan, dan pikiran yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Kemampuan seseorang dalam merespon tekanan amat dipengaruhi oleh faktor biologis, pembawaan, dan lingkungan. Menurut Andri, ada pula orang yang mengalami gangguan jiwa pada fase panik ketika dia ingin membeli segala hal. Ketika suasana hatinya seakan ingin membeli segalanya, kita dapat menyebutnya menderita gangguan jiwa bipolar.

Masalah keuangan, menurut The American Intitute of Stress merupakan salah satu dari lima besar yang memberi dampak negatif pada kehidupan seseorang. Ada beberapa contoh yang bisa kita ambil seperti kasus bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa nasabah Bank Century pasca tak kembalinya uang-uang nasabah dalam jumlah relatif besar, gantung diri yang dilakukan oleh orang yang mengumpulkan uang jutaan rupiah, namun tertipu investasi bodong. Walaupun, tak menutup kemungkinan beberapa orang lainnnya menjadikan kegagalan finansial sebagai semangat untuk bangkit dan mencapai kesuksesan baru.

Pengelolaan keuangan yang cerdas tak pelak dibutuhkan untuk kembali bangkit dari kegagalan finansial atau mencegah untuk jatuh ke lubang hitam penyakit jiwa akibat kesembronoan dalam mengelola keuangan.

Hal yang dapat kita lakukan  adalah mempelajari secara baik pengetahuan tentang perencanaan keuangan dari berbagai sumber yang bisa diperoleh dan cobalah menerapkan pengetahuan tersebut ke dalam kehidupan kita masing-masing.

Ukur tingkat kedisiplinan dalam mengelola keuangan dengan pengetahuan yang dimiliki. Jika banyak pelanggaran antara perilaku dan pengetahuan, coba evaluasi. Bila mendapatkan kesulitan konsultasikan kepada perencana keuangan atau psikiater.

Selajutnya, jangan pernah membiarkan gejala-gejala tekanan psikologis dalam hal keuangan menjadi masalah serius. Lalu tanamkan kepada diri sendiri untuk mengubah keadaan buruk tersebut. Terakhir, bila diperlukan terapi untuk membantu mengatasi persoalan keuangan bisa dilakukan dengan psikoterapi atau hipnoterapi.

parenting.co.id

parenting.co.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top