Don't Miss

Makan Lebih Sering untuk Diet Lebih Baik

Oleh: Malinda Sari Sembiring

diet-planMungkin kita yang sedang berusaha menurunkan berat badan akan bingung dengan pernyataan ini, makan lebih sering untuk diet yang lebih baik. Bagaimana bisa? Bukankah akan membuat kita lebih gemuk? Denny Santoso, seorang pakar nutrisi dalam bukunya berjudul Rahasia Diet menyatakan ada dua tahap untuk memulai diet. Pertama, mengurangi gorengan, memilih roti gandum untuk camilan, menambah jatah sayur dan buah. Kedua, mulai berolahraga, entah joging keliling kompleks rumah pada pagi hari, atau bergabung dengan klub kebugaran untuk mengikuti berbagai macam kelas, seperti yoga, RPM, body pump.

Namun, jika diet semudah mengurangi makan dan mulai berolahraga, lalu mengapa masih banyak keluhan, seperti, ”Saya sudah diet, tapi kok berat saya tidak turun-turun?” Atau, ”Saya sudah berolahraga berat sekali, tapi kok perut saya tidak mengecil sama sekali?” Apa yang harus diperhatikan untuk mulai menurunkan berat badan?

Jawabannya, metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh kitalah yang mengatur pembakaran kalori. Percaya atau tidak, cara-cara berdiet seperti mengurangi makan atau kalori akan malah memperlambat metabolisme tubuh, yang artinya sedikit kalori saja yang akan dibakar oleh tubuh. Tidak berolahraga pun dapat memperlambat metabolisme tubuh. Konsentrasi terpenting dalam menurunkan berat badan tidak terletak pada jumlah kalori yang harus kita makan melainkan pada metabolisme tubuh.

Lebih jauh lagi, Denny juga menyarakan bagi kita yang ingin berdiet untuk melakukan hal berikut guna meningkatkan metabolisme tubuh. Pertama, mengatur pola makan. Diperlukan 5–6 kali proses cerna agar metabolisme tubuh kembali ke titik normal. Mengurangi frekuensi makan menyebabkan penurunan metabolisme tubuh. Usahakan untuk mengurangi makan dengan mengurangi jumlah kalori makanan, bukan frekuensi makan. Lakukan pengurangan kalori secara bertahap. Penurunan kalori secara drastis akan merusak metabolisme tubuh.

Mulailah bergerak. Metabolisme tubuh yang tidak pernah berolahraga, akan lambat. Apa pun bentuk olahraga yang kita lakukan adalah lebih baik dari pada tidak bergerak. Misalnya hanya duduk di kantor atau di meja makan. Sisanya di ranjang sambil menonton tv hingga akhirnya tertidur. Perhatian dua hal di atas sebelum kita memulai usaha untuk menurunkan berat badan.

Setelah berhasil mengoreksi diri berdasarkan dua poin tadi, mulailah mengatur pola makan dengan lebih baik. Misalnya dengan memilih menu yang lebih sehat, karbohidrat dengan indeks glikemiks yang lebih rendah, protein yang cukup, dan lemak-sehat setiap hari. Ingat, metabolisme tubuh adalah pusat mesin dalam tubuh. Selama metabolisme tubuh masih lambat, apa pun usaha yang dilakukan, termasuk mengonsumsi obat pelangsing, tidak akan berhasil. Jadi, selama kita berdiet, selama berat badan tidak turun, kembalilah pada metabolisme tubuh. Pastikan metabolisme tubuh tidak lambat.

Bagi kita yang masih sering gagal diet, ingatlah yang paling membantu bukan mengurangi makanan dan zat yang masuk ke tubuh tapi mengatur frekuensinya agar proses metabolisme berjalan lebih cepat dan ditambah lagi melakukan olah raga yang mendorong tubuh bekerja lebih cepat sehingga diet pun berhasil tanpa menyiksa tubuh. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*