Don't Miss

Tanggapan Siswa Amir Hamzah terhadap Isu Full Day School

Oleh: Lazuardi Pratama

Sumber: ypi.amirhamzah.sch.id/

Sumber: ypi.amirhamzah.sch.id/

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pengganti Anies Baswedan, Muhadjir Effendy belum lama ini melemparkan wacana tentang full day school. Full day school ini adalah jam sekolah baru berupa perpanjangan jam sekolah hingga sore hari. Muhadjir berpendapat, hal ini dapat menghindarkan siswa dari pengaruh buruk di luar sekolah. Program ini akhirnya ditentang banyak pihak, mulai dari akademisi, siswa, maupun orang tua siswa. Lalu, bagaimanakah tanggapan siswa Yayasan Amir Hamzah?

Siti Nur Aisyah, siswi kelas 12 SMA Amir Hamzah tidak setuju dengan program full day school. Sasa, panggilannya, yang juga ketua OSIS ini mengungkapkan sekolah Amir Hamzah 3 tahun lalu sudah pernah membuat program jam sekolah yang mirip-mirip dengan full day school.

Sasa tidak setuju apa bila full day school diartikan belajar seharian di sekolah. “Kami butuh refreshing, belajar sore kadang enggak kondusif, maunya sih kalau terjadi, dibanyakin variasi belajarnya aja,” ujarnya.

Sementara itu, Rizky Zuanda Zein, yang juga kelas 12 SMA juga sepemikiran dengan Sasa. Menurutnya full day school bisa membatasi bakat siswa dengan melarangnya berkegiatan di luar sekolah. Contohnya ia yang tekun berlatih futsal selepas pulang sekolah, bakal menemui kesulitan apabila program tersebut dijalankan. “Intinya membatasi kegiatan lain, termasuk interaksi dengan keluarga,” katanya.

Riskina Hasanah, siswi kelas 10 SMA pun berpendapat serupa. “Sebagai siswa, itu memberatkan, lagian bikin bosan, stres belajar satu harian,” ujarnya. “Kalau bisa kalau sudah pulangnya sore begitu, hari belajarnya dikurangi,” tandas Riskina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*